Blogpost

Penting ngga sih kita cek gramasi kain yang akan digunakan untuk pembuatan seragam kerja?

source : pexels

Saat kita merencanakan untuk pembuatan seragam kerja alangkah baiknya kita mengetahui gramasi kain yang akan dipakai. Hal ini bertujuan supaya seragam yang akan kita pakai nyaman ketika digunakan.  

Lalu apa sih pengertian dari gramasi kain itu sendiri? Gramasi kain yaitu satuan ukuran berat dalam satuan gram permeter persegi (m2). Gramasi sendiri biasanya mendifinisikan ketebalan kain yang akan digunakan. Semakin tinggi angka gramasi pada kain tersebut maka akan semakin tebal kain tersebut begitupun sebaliknya.

Jenis-jenis ketebalan gramasi kain :

1. Very Light Weigh (Sangat Ringan)

Jenis kain yang masuk ke dalam kategori very light weigh atau sangat ringan adalah jenis kain yang memiliki gramasi antara 1 sampai 135 gsm.

2. Light Weight (Ringan)

Jenis ketebalan selanjutnya adalah light weight atau kategori kain yang ringan. Jenis kain ini memiliki gramasi antara 135 hingga 200 gsm.

3. Medium Weight (Menengah)

Selainjutnya ada karegori medium weight alias berat menengah. Jenis kain dalam kategori ini memiliki gramasi antara 200 sampai 270 gsm.

4. Medium Heavy Weight (Menengah Berat)

Medium Heavy Weight adalah kategori menengah yang biasanya memiliki ukruan gramasi mulai dari 270 hingga 370 gsm.

5. Heavy Weight (Berat)

Untuk jenis kain yang masuk ke dalam kategori berat alias heavy weight memiliki ukuran gramasi antara 340 hingga 400 gsm.

6. Very Heavy Weight (Sangat Berat)

Terakhir adalah jenis kain yang memiliki gramasi lebih dari 400 gsm. Jenis kain ini termasuk ke dalam golongan sangat berat alias very heavy weight.

Dari beberapa golongan di atas, maka kain yang dapat digolongkan menjadi beberapa kelompok di antaranya adalah:

  • Kain sifon, organza, voile, kain linen, dan habotai merupakan jenis kain yang termasuk ke dalam golongan sangat ringan hingga ringan.
  • Kain satin, velvet, kain oxford, charmeuse, dan taffeta merupakan jenis kain yang masuk ke dalam golongan menengah hingga menengah berat.

Dan terakhir ada kain kanvas, brokat, denim, kain poplin, dan beberapa kain lainnya masuk ke dalam golongan berat hingga sangat berat.

source : pexels

Pengaruh Gramasi pada Kain

Gramasi kain sangat penting untuk menjadi penentu bagaimana kain tersebut adapat digunakan secara maksimal. Berikut ini pengaruh gramasi kain terhadap karakteristik dan juga sifat yang perlu diketahui.

1. Ketebalan Kain

Hal pertama yang gramasi kain pengaruhi pada kain adalah ketebalannya. Biasanya, semakin besar nilai gramasi maka semakin tebal kain tersebut.

2. Kualitas Terhadap Kain

Apabila diperhatikan dari sisi kualitas, gramasi dan ketebalan kain ini tidak berpengaruh karena kualitas dari setiap jenis kain berbeda-beda. Sebut saja untuk jenis kain denim yang berat alias gramasinya besar akan lebih awet dibandingkan bahan kain yang ringan dan tipis. Berbeda dengan kain sifon, untuk membuat sebuah gaun yang cantik dan nyaman, bahan kain yang ringan alias gramasi kecil sangatlah dibutuhkan.

3. Kondisi Cuaca

Cuaca adalah salah satu komponen yang sangat berpengaruh pada penggunaan kain. Untuk daerahnya yang memiliki suhu cukup panas, maka akan kurang nyaman apabila menggunakan bahan kain yang tebal. Bahan kain tebal baik digunakan untuk daerah yang suhunya cenderung dingin.

4. Kenyamanan

Gramasi kain memang dapat memengaruhi kenyamanan, namun hal tersebut tergantung dari penggunaannya. Contohnya adalah untuk jenis jaket dan celana, produk fashion tersebut tidak akan mudah sobek dan juga nyaman apabila menggunakan bahan yang tebal dan juga kuat. Lain lagi untuk bahan kaos atau kemeja yang notabene membutuhkan bahan yang cenderung ringan.

Jahit Seragam

Jahit Seragam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *